Satu Polisi Mati Ditikam Jelang Penutupan Pendidikan, Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Diktukba Gelombang II Tahun 2022

banner 160x600

riaubertuah.id

Pekanbaru, riautimes.co.id - Terjadi penganiayaan berat satu hari menjelang Penutupan Pendidikan, Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Diktukba Gelombang II Tahun 2022 di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Riau Jalan Raya Pekanbaru - Bangkinang Km.29 Desa Kualu Nenas Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar.

Selasa, (20/12/22) sekitar jam 19.30 Bripka Wido Fernando S.H., Bamin Gadik SPN Polda Riau melakukan penganiayaan berat terhadap terhadap Aiptu Ruslan usia 47 tahun Banit Provos SPN Polda Riau di pos penjagaan pintu gerbang masuk SPN Polda Riau.

1671629845-Riautimes co id-WhatsApp Image 2022-12-21 at 17 08 45

Menurut kabar yang dirangkum dilapangan pada siang hari Selasa (20/12/22) Aiptu Ruslan datangi pos penjagaan untuk memanggil Pelaku Bripka Wido Fernando untuk melaksanakan Apel Pembagian tugas Kurve. Disinilah mulai terjadi percekcokan dan perkelahian.

Bripka Wido menyerang Aiptu Ruslan dengan menggunakan sangkur yang bersarang di dada kiri dan rusuk kirinya, penganiayaan berat ini berujung kematian.

Awak media mendatangi SPN Polda Riau untuk meminta keterangan kepada Kombes Ruli Agus Pramono S.I.K diruang kerjanya yang membenarkan kejadian terkait polisi tikam polisi di lingkungan SPN. Rabu (21/12/22).

“Saya benarkan kejadian tersebut, terjadi sekitar jam 19.30 wib”, ucap Ruli sapaan akrabnya yang pernah juga menjadi Kepala SPN Kalimantan.

“Penganiayaan berat ini terjadi akibat permasalahan pribadi, saat ini pihak Polda telah membuat tim gabungan Polda, SPN, Ditreskrimum, Polres untuk memburu pelaku tentunya akan ditindak tegas”, ungkapnya.

1671630093-Riautimes co id-WhatsApp Image 2022-12-21 at 17 09 02

Ditemui di areal pemakaman umum Jalan Kartama pihak keluarga korban Nanda menjelaskan kepada awak media sangat menyayangkan tidak adanya perhatian pimpinan terhadap permasalahan anggota di lingkungan SPN itu sendiri.

“Kami pihak keluarga pertama mengucapkan terima kasih banyak atas semua pihak yang turut membantu menyelenggarakan pemakaman saudara kami ini”, kata Nanda.

“Kami sungguh kecewa dan menyayangkan sikap Kepala SPN yang tidak mempunyai inisiatif agar memisahkan keduanya yang sudah cekcok lama dengan memindah tugaskan salah satunya misalnya itu benar-benar kami sayangkan”, tutupnya.

Almarhum Aiptu Ruslan merupakan anak keempat dari sepuluh orang bersaudara, meninggalkan satu orang istri dan empat orang anak. Rumah duka berada di Jalan Paus ujung GG. Mutiara Paus No.15 Kelurahan Tangkerang Tengah Kec. Marpoyan Damai Pekanbaru.

 

Laporan : teti guci